"TELAH DIBUKA
PENDAFTARAN UNTUK YOUTH FOR UNDERSTANDING
INTERNATIONAL STUDENT EXCHANGE PROGRAM YEAR 2018-2019,
DENGAN NEGARA TUJUAN: USA, NEW ZEALAND, JAPAN, KOREA, AUSTRIA, BELGIUM,
DENMARK, FINLAND, FRANCE, GERMANY, ITALY, NETHERLANDS, SPAIN DAN SWITZERLAND.
SILAKAN DOWNLOAD APLIKASINYA"

Apakah Anda pernah mendengar kata “TCK’s”, kependekan dari “Third Culture Kid’s”.  Kata ini diberikan kepada anak-anak, remaja yang pada periode pertumbuhannya (growth period) beruntung mempunyai pengalaman hidup di kultur (Negara) selain kultur negaranya sendiri. Mereka diantaranya adalah anak-anak diplomat, anak-anak eksekutif perusahaan yang bekerja di negara lain, anak-anak dari orang tua yang mendapat kesempatan belajar ke luar negeri.


Bila anda kebetulan tidak termasuk kategori tersebut diatas, anda berhak untuk merasa lega karena seorang siswa pertukaran pelajar juga termasuk seorang TCK. Mengapa? Pesertanya datang, tinggal dan berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat di mana ia ditempatkan. Mereka kemudian membangun “budaya ketiga” dalam proses interaksi itu. Malah dari sumber yang ada seorang siswa pertukaran pelajar berkompetensi lebih dapat berhasil karena tingkat penetrasinya pada kultur lain itu begitu lebih dalam dan mengapa sampai ada istilah “TCK” dan study mengenai hal ini karena survey menunjukkan bahwa seorang TCK mampu meraih prestasi dan suskes yang mengagumkan dikemudian hari.

Sederet nama dengan segudang prestasi baik di Indonesia maupun dunia telah membuktikannya. Istilah TCK menjadi lebih popular akhir-akhir ini karena keberhasilannya Presiden Barrack Obama menjadi Presiden sebuah negara adidaya. Dia seorang TCK karena pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia. Ia akan berkembang menjadi seorang yang memiliki kemandirian, kepribadian yang kuat, jiwa kepemimpinan, wawasan yang luas, toleransi dan kemampuan bergaul yang sangat luwes. Gerak (mobilitas) anak-anak TCK’s jauh lebih luas dibanding anak-anak sejawat di negaranya sendiri. Ketika seseorang siswa bergabung bersama Program Pertukaran Pelajar sama artinya dengan bergabung menjadi warga TCK’s di seluruh dunia.

Barack Husein Obama yang, kemudian terpilih sebagai Presiden Amerika dan mengundang decak kagum masyarakat dunia baik kawan maupun lawan politiknya adalah seorang TCK’s. Apa gerangan yang menyebabkan dunia menaruh simpati begitu besar padanya. Para ahli pendidikan dan Kebudayaan  menemukan bahwa anak-anak TCK’s memang memiliki energy yang besar untuk perubahan bagi kehidupannya juga bagi negaranya. Bagi Obama, Pengalaman hidup dan tinggal dan berinteraksi di luar negeri  (Indonesia) memiliki pengaruh besar bagi hidup dan terpilihnya ia sebagai presiden. Itu jawabannya, kenapa ia diterima di seluruh dunia ketika isu perubahan menjadi bagian dari dirinya. Tidaklah mengherankan bila TCK mampu meraih prestasi dan sukses dikemudian hari

Selain berpredikat TCK andapun berhak mendapat julukan “Duta Promosi Indonesia” karena secara tidak langsung kamu berperan sebagai juru penerang yang langsung dapat menembus sampai ke gress root masyarakat Amerika ketika menerangkan, dalam interaksi mu dengan anggota keluarga angkatmu di Amerika, teman-teman sekolahmu, dan anggota masyarakat dimana kamu tinggal akan menanyakan adat, budaya, tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Untuk itu sebelum berangkat sebaiknya mempelajari adat budaya dan kesenian yang ada di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Disamping hal tersebut diatas kamupun tidak akan dapat menghindari perbincangan yang mengarah ke dunia politik. Untuk hal yang satu ini kamu sebaiknya menghindarinya karena adalah suatu hal yang “tabu” bagi seorang exchange student untuk berbicara mengenai politik

Tanpa disadari kamupun akan bertindak sebagai duta perekat perdamaian bangsa, karena kamu akan mempunyai kesempatan yang luas untuk menjalankan persahabatan yang abadi, menghilangkan prasangka-prasangka buruk yang masih melekat pada negara kita. Jangan kaget kalau mendengar Indonesia disebut sebagai negara TKI dan negara yang mempunyai keterkaitan dengan terorisme. Kamu juga harus mampu menjelaskan kepada mereka bahwa di Indonesia selain beragam suku bangsa, budaya dan adat kebiasaan juga terdapat keberagaman agama dimana mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Apabila mereka akan ke Indonesia tidak perlu khawatir, terutama bagi orang Nasrani yang ingin ke Indonesia, karena selama ini masyarakat Indonesia sangat menghormati orang luar negeri yang beritikad baik. Kamupun harus mampu menjelaskan bahwa informasi mengenai adanya teroris yang mengatas namakan Islam, itu bukan agamanya tetapi orangnya